Pikun Dianggap Sepele, Demensia Telat Terdeteksi

Yuda yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya ini mengatakan, seseorang dengan demensia bisa mengamuk tidak pada tempatnya, emosi tiba-tiba, hingga berhalusinasi.

“Persoalannya, pada masih tahap awal gangguan kognitif, apalagi pada orang tua yang lupa-lupa, ah biasa orang tua lupa-lupa begitu. Sehingga datangnya, pada waktu gangguan perilaku,” ujar Yuda ditemui selepas peresmian Pusat Pelayanan Terpadu Demensia Alzheimer Atma Jaya-Alzheimer Indonesia (ATZI) Center of Excellence.

Padahal, apabila sudah masuk ke gangguan perilaku hal tersebut sudah sangat terlambat. Sehingga, pikun atau lupa jangan dianggap sebagai proses penuaan normal.

“Kalau sudah lupa jadi cepat deteksi dini,” kata Yuda.

Dalam penelitiannya, Yuda bersama dengan Direktur Eksekutif Survey Meter Wayan Suriastini menemukan, prevalensi penderita demensia Alzheimer di Yogyakarta dan Bali mencapai lebih dari 20 persen.