Buta Mendadak Usai Tenggak Miras Oplosan

Sidik mengungkapkan, ia sering menangani pasien yang keracunan metanol. Kebanyakan pasien mengalami keracunan metanol setelah minum miras oplosan di pesta miras.

Dalam perhitungan prakiraan, misalnya, di pesta miras biasanya dari 10 orang yang minum miras, diantaranya 2 orang bisa buta dan 8 orang lainnya meninggal.

“Kira-kira begitu perhitungannya. Sayang, kebanyakan pasien yang buta karena keracunan metanol itu laki-laki dalam usia produktif dan masih bisa kerja. Itu fenomena yang kami tangani di RS Cipto Mangungkusumo Jakarta,” tambah pria yang sehari-hari yang berpraktik di RSCM ini.

Pada awalnya, pasien yang keracunan metanol tidak mengakui, kalau dirinya minum miras. Setelah ditanya lebih lanjut, pasien baru mengakui.

Gejala keracunan metanol terasa dalam waktu 3×24 jam. Diawali dengan muntah-muntah, sesak napas, dan sakit kepala.

“Saat dibawa ke rumah sakit dan masuk ruang ICU (Intensive Care Unit). Pasien akan disuntik untuk menangani keracunan. Tapi besoknya dia langsung buta. Nah, ini sering sekali disalahartikan, ‘Gara-gara disuntik malah jadi buta.’ Padahal, runtutan gejalanya memang akan semakin parah,” lanjut Sidik.

Runtutan gejala keracunan alkohol berujung pada keesokan hari. Data di RSCM, menurut Sidik, dalam satu tahun sekitar 20-30 orang yang datang ke RSCM karena keracunan metanol.

Jika pasien mengalami baru mengalami muntah dan dibawa ke rumah sakit segera, matanya dapat diselamatkan. Namun, kebanyakan pasien datang ke ruamh sakit dalam kondisi terlambat dan gejalanya makin parah.

“Kalau muntah dan segera dibawa rumah sakit, nanti periksa cuci darah. Beres. Tapi seringkali malah sudah terlambat. Sudah seminggu, baru ke rumah sakit. Pasien juga bisa alami gejala sakit mag, muntah-muntah, kemudian buta,” ungkap Sidik.