10 Hal yang Bos dan Karyawan Harus Ketahui tentang Kesehatan Jiwa di Kantor (1)

Liputan6.com, Jakarta Ketika Gabe Howard (25) didiagnosis menderita gangguan kesehatan jiwa berupa gangguan bipolar di 2003, ia tidak diterima untuk bekerja kembali di kantor. Meski ia termasuk karyawan yang sukses, nasibnya harus berakhir dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Alasannya, perawatan untuk gangguan kesehatan jiwa Howard memakan waktu lama dan dianggap sudah tidak produktif lagi bekerja. Setelah PHK, Howard tetap melanjutkan karier di sektor nirlaba. Kini, ia menulis dan berbagi cerita tentang gangguan bipolar yang pernah dialaminya.

Menilik cerita pria asal Amerika Serikat ini, seringkali masalah kesehatan jiwa di tempat kerja dinilai buruk. Ada hal-hal yang harus diketahui bos dan karyawan tentang kesehatan jiwa di tempat kerja.

1. Masalah kesehatan jiwa hadir di setiap tempat kerja

Satu dari lima orang dewasa Amerika mengalami penyakit jiwa setiap tahun. Beberapa gangguan kesehatan jiwa di antaranya gangguan bipolar, stres, depresi, dan gangguan panik.

“Kesehatan jiwa sangat banyak spektrumnya,” kata konsultan kesehatan jiwa di tempat kerja yang juga CEO Mind Share Partners, Kelly Greenwood, dikutip dari Forbes, Rabu (10/10/2018).

“Sangat sedikit orang yang 100 persen sehat secara mental.”

Ketika terkena gangguan kesehatan jiwa, beberapa karyawan tidak dapat bekerja.

“Kami tahu, depresi adalah penyebab nomor satu karyawan tidak hadir di tempat kerja,” kata Karl Shallowhorn, seorang penasihat program pendidikan dan kesehatan mental Community Health Center of Buffalo.

“Masalah lain yang terjadi adalah presenteisme, yang mana seseorang sedang bekerja, tetapi pikiran mereka tidak benar-benar ada di sana (mengerjakan pekerjaan).”

Meskipun perkiraan bervariasi, satu studi menemukan, Amerika Serikat kehilangan USD193,2 miliar pendapatan per tahun karena masalah kesehatan jiwa. Menghadapi kenyataan ini sangat penting, perusahaan sebaiknya tidak mengabaikan kesehatan jiwa di tempat kerja karena dapat berdampak negatif pada bisnis.

Artikel ini ditulis untuk memeringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia pada hari ini, 10 Oktober 2018.

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

Simak video menarik berikut ini:

Setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Namun tak banyak tahu, kiprah sosok Jayeng Surono dan istrinya, warga Sragen, Jawa Tengah, yang rela mengabdikan diri sebagai perawat pasien gangguan jiwa.